Jumat, 08 Februari 2013

SEPATU ABU QOSIM

SATU
Dahulu kala di kota Baghdad ada seorang laki-laki bernama Abu Qosim. Ia memiliki sepatu yang telah dipakainya selama tujuh tahun, apabila ada bagian dari sepatunya yang robek atau putus, ia menambalnya sehingga menjadikan sepatu tersebut sangat berat. Pada suatu hari, Abu Qosim pergi ke Tempat Pemandian Umum untuk mandi. Di antara teman-temannya ada yang berkomentar:"Wahai Abu Qosim, kenapa tidak kau lepaskan saja sepatumu ini, kaukan orang yang berharta". Abu Qosim menjawab:"Benar kamu, aku akan membeli sepatu baru, dengan izin Allah."

DUA
Ketika ia keluar dari kamar mandi -setelah berpakaian lengkap-, ia melihat di samping sepatu bututnya ada sepatu lain yang masih baru, ia pun menduga-duga bahwa salah seorang teman dekatnya telah membelikan sepatu itu untuknya. Sepatu baru itupun dipakainya lalu ia pulang ke rumah.
Sepatu baru tersebut adalah milik Hakim yang pada hari itu juga datang di kamar mandi, ia melepaskan sepatunya dan mandi di kamar mandi itu.. Ketika sang Hakim keluar, ia mencari-cari sepatu dan tidak menemukannya. Ia lalu berkata:"Mestii  orang yang memakai sepatuku adalah orang yang meninggalkan sepatunya (di sini)." Lalu orang-orang melakukan penyelidikan dan hanya mendapatkan sepatu Abu Qosim yang telah mereka ketahui. Kemudian Hakim menyuruh pembantunya ke rumah Abu Qasim dan merekapun mendapati sepatu tersebut di sana. Pembantu Hakim itu lalu membawa Abu Qisim di hadapan Hakim. Hakim memukul Abu Qosim sebagai pelajaran, lalu dimasukkan ke penjara dalam beberapa waktu lamanya serta dijatuhi denda, yang akhirnya ia keluar dari tahanan.

TIGA
Selepas Abu Qasim dari tahanan, lalu ia mengambil sepatunya dengan rasa marah. Ia berjalan menuju sungai lalu melemparkan sepatunya ke dalam air dan tenggelam. Salah seorang nelayan datang dan melemparkan jaringnya, dan sepatu tampak/muncul di jaring tersebut. Setelah mengamati sepatu tersebut, sang nelayan mengenalinya bahwa sepatu itu adalah milik Abu Qosim yang diduga terjatuh di sungai. Nelayan tersebut kemudian mengantar sepatu itu ke rumah Abu Qosim, tetapi tidak bertemu dengannya. Ia melihat jendela terbuka lalu melemparkan sepatu tersebut melalui jendela dan mengenai almari kaca hingga pecah. Abu Qosim datang, melihat kejadian itu ia memukuli wajahnya seraya menangis dan mencaci maki sepatu tersebut.

EMPAT
Pada suatu malam, Abu Qasim menggali tanah untuk mengubur sepatunya. Para tetangga mendengar suara galian tersebut dan mereka menduga ada seseorang yang hendak merobohkan rumah mereka. Mereka lalu mengadukan kejadian tersebut kepada Hakim. Sang Hakim mengutus seseorang untuk mendatangi Abu Qosim dan  berkata kepadanya: "Mengapa Anda berusaha merobohkan tembok tetangga Anda?" Lalu ia ditahan dan akan dilepaskan hanya jika ia menebus dengan sebagian hartanya.

LIMA
Abu Qosim naik ke atap rumahnya, lalu meletakkan sepatunya disana hingga jauh dari pandangan manusia. Tindakan tersebut dilihat oleh seekor anjing, lalu anjing tersebut menggondolnya menuju atap yang lain, dan sepatu itu jatu dan mengenai kepala seseorang hingga luka parah. Orang-orang melihat dan menyelidiki siapa pemilik sepatu tersebut, dan mereka kenali bahwa sepatu itu adalah milik Abu Qosim. Akhirnya mereka adukan kejadian tersebut kepada Hakim. Maka diputuskan agar ia menyerahkan sejumlah harta untuk korban luka-luka dan agar bertanggung jawab selama si korban sakit. Habislah ketika itu seluruh hartanya, tidak tersisa baginya sedikitpun.

ENAM
Akhirnya, Abu Qosim menmgambil sepatunya dan pergi menghadap Hakim. Ia berkata kepada Hakim:"Aku ingin, wahai Tuan Hakim, Anda tuliskan bahwa antara aku dan sepatu ini tidak ada lagi ikatan hukum, bahwa tidak ada lagi  hubunganku dengannya, dan masing-masing di antara kami tidak ada hubungan  saling memiliki satu sama lain, dan sewaktu-waktu sepatu ini melakukan tindakan, aku tidak ada perhitungan lagi dengannya." Hakim tertawa mendengarnya, dan melakukan apa yang dikehendaki Abu Qosim.

Sumber: Al Lughah Al 'Arabiyyah Lin Naasyiin h. 25

Kamis, 10 Januari 2013

GUNUNGKIDUL UPDATE

CUACA EKSTRIM: ANGIN BERTIUP KENCANG DI GUNUNGKIDUL


Hari ini, Kamis, 10 Januari 2013, sejak pagi sampai maghrib, dapat dikatakan seluruh wilayah Gunungkidul diterpa angin yang cukup kencang, hampir 50 KM/jam.
Berangkat ke kantor pagi tadi, sesampai di Hutan Mojojerit Semanu, sudah kudapati pohon roboh yang hampir menutup setengah badan jalan Wonosari-Tepus. Sangat berbahaya bagi pengguna jalan dari arah Wonosari. Untung saja lokasinya tidak di tikungan tajam, sehingga pandangan tidak tertutup dan dapat menghindari pohon roboh yang sebagian dahannya manglung ke jalan.
Sesampai di kantor, ada undangan Musyawarah Antar Desa (MAD) Tutup Buku UPK PPK Mekarsari Tepus di Pendopo Kecamatan. Pelaksanaan Rapat pun diwarnai dengan bertiupnya angin yang cukup kencang disertai hujan yang datang dan pergi. Selesai acara sekitar pukul 12.15 WIB, ada khabar dari Pak Ngadiyo bahwa rumahnya tertimpa pohon sengon dan jati, sehingga ia pamit pulang. Teman-teman, Pak Pri, pak Syawal dan Pak Kardimin saya minta ngaruhke kahanan, menyusul Pak Ngadiyo di dusun Klepu Desa Sidoharjo. Dari pengamatan teman-teman, pohon tumbang menimpa teras rumah orang tua Pak Ngadiyo, dan sudah dibereskan oleh para tetangga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sesampai di jalan ada BBM dari isteri bahwa Kandang Sapi Mas Kelik di Ledoksari Kepek Wonosari, tertimpa kayu jati yang roboh. Demikian juga yang terjadi di Komplek Madrasah Tsanawiyah Darul Qur'an, beberapa pohon jati tumbang, untung saja tidak menimpa bangunan Madrasah. Di sebuah status facebook juga ada teman yang memberitakan bahwa hari ini banyak tanaman jagungnya roboh akibat terpaan angin kencang di wilayahnya. Subhanalah Allahu Akbar.

Senin, 31 Desember 2012


WISATA LIBURAN AKHIR TAHUN KE PANTAI SIUNG 

Pada hari Senin, 31 Desember 2012, kami sekeluarga, Abah, Ibuk, Kak Zidny, Kak Taka, Dek Neva dan Mamak berniat untuk main ke Pantai Selatan. Berangak jama 10.11 WIB. Niat awalnya adalah ke Pantai Ngandong, dekat pantai Sundak untuk bermain dan menikmati kuliner Pak Jiman di tepi Pantai Ngandong. Akan tetapi, sampai di Jalan Agus Salim, telah nampak mobil-mobil dari luar Wonosari berjubel, sampai-sampai mau menyeberang ke arah Wonosari pun harus menunggu agak lama. Bayangan kami, pasti mobil-mobil ini akan menuju Pantai Selatan Gunungkidul, apakah Baron, Krakal, Sundak, Sepanjang, maupun Pulang Sawal (Indrayanti Caffe).
Dugaan kami benar, ternyata sampai pertigaan depan Amigo, kendaraan-kendaraan tersebut belok kanan semua, menuju Jalan Baron. Wauww... Pasti padat dan macet... dan kasihan Wonder kami bila mengalami kemacetan karena temperaturnya cepet naik bila jalan tidak lancar.
Dalam kondisi demikian, kami berinisiatif untuk mencari tujuan alternatif, yang kemudian diputuskan untuk  menuju Pantai Siung Purwodadi Tepus melalui jalur Wonosari--> Semanu-->Cuwelo-->Regedeg-->Balong-->Purwodadi-->Siung. Tancap Gas. benar, jalur ini lancar tanpa hambatan berarti.
Setelah perjalanan hampir setengah jam, kami tiba di Pantai Siung, dengan membayar retribusi Rp. 3.000,- per orang dewasa.

Selasa, 25 Desember 2012

Selamat Datang di Blog Kami

Kabupaten Gunung Kidul, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya adalah Wonosari. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di utara dan timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman di barat. Kabupaten Gunung Kidul terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Wonosari. Sebagian besar wilayah kabupaten ini berupa perbukitan dan pegunungan kapur, yakni bagian dari Pegunungan Sewu. Sebagian wilayah Gunung Kidul merupakan daerah tandus, dimana pada musim kemarau sering terjadi bencana kekeringan. (Wikipedia). Kini, Gunungkidul merupakan destinasi wisata yang unggul di Yogyakarta khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Kebersamaan membawa kedamaian

Saling berpesan terhadap bekal utama
yang mampu mengantarkan kita
sepanjang perjalanan
menuju surga

Senin, 24 Desember 2012

SALAM KAMI

+Zudi Rahmanto +Zidni Hannan +Kua Tepus +Ahmad Bahiej

 Aktivitas bersama Habib Syekh Abdul Qadir As Segaff
 
 H. Ngadiran dan Hj. Musirah, saat hadir dalam Aqiqah Zaaira Nailush Shava
 
 Pemotongan Rambut Bayi Zaaira Nailush Shava oleh Kakung H. Shaleh

Tim hadrah Ma'had Darul Qur'an Mengiringi Upacara Aqiqah Neva